Masuk

Ingat Saya

Mari Menanam Pohon Perdamaian

Mari Menanam Pohon Perdamaian

Artikel Buah Damai ini saya persembahkan untuk sahabat-sahabat sekalian yang rindu untuk memanen hasil dari pohon perdamaian yang kita tanam pada setiap tempat, pada setiap sudut yang terik agar setiap tempat yang dilalui menjadi teduh.

Dalam perjalanan kita menanam pohon perdamaian tentu kita akan mengalami banyak hal yang mungkin menjadi hambatan kita entah itu tanah yang gersang ataupun bibit yang tidak baik sehingga buah damai yang kita inginkan tidak sempurna. Itu adalah hal biasa yang akan kita temui, selain itu akan banyak lagi rintangan kita untuk mempelopori perdamaian ini. Namun percayalah bahwa Tuhan Yang Maha Esa beserta kita dan akan selalu membimbing kita menuju Hikmat dan kebijaksanaanNya untuk mencapai perdamaian itu.

Perlu kita ketahui bahwa perdamaian adalah keingininan semua orang, di zaman ini tidak ada orang yang menentang perdamaian. Hanya sering kali beberapa individu atau kelompok bertentangan dan memicu konflik yang merusak nilai-nilai perdamaian. Hal ini disebabkan oleh ketidak sepahaman antar kedua belah pihak yang bertentangan itu.

Lalu bagaimana perdamaian itu dicapai?

Kembali lagi pada konteks awal bahwa perdamaian adalah keinginan dari semua orang. Jika perdamaian adalah keinginan semua orang, tentu kedua belah pihak yang bertikai dapat diberikan pupuk dan siraman kesejukan untuk meredakan pertikaian agar buah damai yang kita inginkan dapat tumbuh dalam setiap individu dan kelompok.

Jika kita selalu saja memprovokasi masalah dan memancing pertikaian itu terjadi, maka tentu buah damai yang kita inginkan tidak akan berbuah. Dengan melakukan persamaan persepsi dan tujuan yang ingin kita capai tadi kita bisa jalan melalui masing-masing jalur dengan tetap menanam benih-benih perdamaian, bukan malah menabur kebencian yang dapat merusak keutuhan NKRI.

Pertikaian memang merupakan suatu proses yang sering kali terjadi di negara kita tercinta ini, namun perlu kita ketahui bahwa di Indonesia pertikaian suku, ras dan agama sering kali terjadi. Dampak yang diberikan pun tidak baik. Maka dari itu haruslah kita belajar dari pengalaman kita sebelumnya bahwa pertikaian itu tidak baik. Jangan malah kita berkali-kali mengulangi kesalahan-kesalahan kita yang pernah kita alami sebelumnya. Jangan jatuh kelubang yang sama!!

Maka dari itu kita harus mulai dan bertekad dari sekarang bahwa kita akan bersama-sama menanam pohon perdamaian yang akan menghasilkan buah-buah kedamaian yang akan kita rasakan kesejukan dan ketentramannya bersama-sama…

Salam Perdamaian

Dengan